Panduan Puasa Tasua dan Asyura agar Lebih Siap Menjalankannya
Panduan puasa Tasua dan Asyura membantu Sobat Berbagi menyiapkan niat, memahami waktunya, dan menjalankannya dengan lebih tertib pada 9 dan 10 Muharram.
Sobat Berbagi ingin puasa Asyura 1448 H lancar dan tetap sehat? Simak 5 tips puasa Asyura Muharram dari menu sahur hingga buka puasa yang ideal.
Puasa Asyura di bulan Muharram adalah salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Selain pahala spiritual yang berlimpah, puasa di hari ke-9 dan ke-10 Muharram juga membawa manfaat kesehatan jika dijalankan dengan persiapan yang tepat. Bagi Sobat Berbagi yang ingin menunaikan ibadah ini di Muharram 1448 H, persiapan fisik sama pentingnya dengan niat ibadah.
Berbeda dari puasa Ramadan yang dilakukan sebulan penuh sehingga tubuh punya waktu beradaptasi, puasa Asyura hanya 1 hingga 2 hari sehingga butuh strategi khusus agar tubuh tidak kaget. Tanpa persiapan, puasa bisa terasa berat dengan gejala seperti pusing, lemas, atau bahkan dehidrasi. Berikut 5 tips puasa Asyura Muharram 1448 H yang bisa diterapkan agar ibadah lancar tanpa mengorbankan kesehatan.
Memahami tanggal pasti puasa Asyura adalah langkah awal yang penting agar persiapan bisa dilakukan dengan matang. Untuk tahun 1448 H, puasa Tasua jatuh pada tanggal 9 Muharram dan Asyura pada tanggal 10 Muharram. Konversi ke kalender Masehi biasanya jatuh sekitar pertengahan Juli 2026, namun tanggal pastinya perlu menunggu pengumuman resmi dari pemerintah atau ormas Islam.
Sebaiknya cek tanggal Hijriah secara berkala melalui kalender Islam digital atau aplikasi yang terpercaya. Beberapa aplikasi menyediakan notifikasi otomatis untuk mengingatkan jadwal puasa sunnah, termasuk Asyura. Dengan begitu Sobat Berbagi tidak akan ketinggalan informasi.
Rasulullah SAW menganjurkan puasa di hari Tasua sehari sebelum Asyura untuk membedakan dengan tradisi puasa kaum Yahudi yang hanya berpuasa di tanggal 10. Dengan berpuasa 2 hari berturut-turut, pahala yang didapatkan lebih sempurna sesuai sunnah. Persiapkan jadwal pekerjaan dan aktivitas agar tidak terlalu berat di hari-hari tersebut.
Menu sahur sangat menentukan kelancaran puasa sepanjang hari. Pilihan makanan yang tepat saat sahur akan memberi energi tahan lama, mengurangi rasa lapar berlebihan, dan menjaga stamina tubuh hingga waktu berbuka. Komposisi ideal adalah kombinasi karbohidrat kompleks dan protein berkualitas.
Beberapa pilihan menu sahur yang ideal untuk puasa Asyura:
Dehidrasi adalah tantangan utama berpuasa, apalagi di musim kemarau Juli 2026 yang panas terik. Strategi hidrasi yang tepat saat sahur dan berbuka akan mencegah gejala dehidrasi seperti pusing, lemas, dan sulit konsentrasi sepanjang puasa.
Targetkan minimal 8 gelas air per hari yang dibagi dalam beberapa waktu. Pola yang ideal adalah 2 gelas saat berbuka, 4 gelas antara berbuka hingga sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur. Jangan minum air dalam jumlah sangat banyak sekaligus karena tubuh tidak bisa menyerap optimal dan akan dibuang lewat urin.
Beberapa tips hidrasi yang efektif selama puasa:
Cara berbuka puasa juga sangat memengaruhi kondisi tubuh setelah seharian menahan lapar dan haus. Berbuka sesuai sunnah Nabi tidak hanya berpahala tapi juga paling sehat secara medis. Kurma dan air putih adalah kombinasi terbaik untuk membuka puasa.
Kurma mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain itu, kurma kaya kalium, magnesium, dan serat yang membantu pencernaan. Air putih membantu merehidrasi tubuh tanpa membebani sistem pencernaan yang baru "bangun" dari mode hemat energi.
Setelah berbuka dengan kurma dan air, idealnya tunaikan dulu shalat Maghrib sebelum makan berat. Jeda ini memberi waktu lambung beradaptasi dan mencegah masalah pencernaan seperti kembung, mual, atau begah yang sering terjadi jika langsung makan banyak setelah berbuka.
Saat makan utama setelah Maghrib, mulai dengan porsi kecil dan menu yang mudah dicerna seperti sup hangat sebelum lanjut ke menu utama. Hindari makan berlebihan walaupun rasanya sangat lapar, karena ini bisa memicu gangguan pencernaan yang membuat tidur tidak nyenyak dan sahur jadi tidak berselera.
Mengatur intensitas aktivitas selama puasa adalah kunci agar tubuh tidak kewalahan. Berbeda dari puasa Ramadan yang dilakukan rutin sehingga tubuh sudah terbiasa, puasa Asyura yang hanya 1 hingga 2 hari membuat tubuh perlu adaptasi instan dengan kondisi tanpa asupan kalori dan cairan.
Beberapa adjustment aktivitas yang bisa dilakukan saat puasa Asyura:
Untuk yang punya kondisi medis khusus seperti diabetes, hipertensi, atau hamil/menyusui, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum berpuasa Asyura. Setiap kondisi medis individu unik dan ada situasi yang memang dianjurkan tidak berpuasa demi kesehatan. Layanan online seperti Alodokter juga bisa jadi opsi konsultasi awal.
Puasa Asyura Muharram 1448 H adalah kesempatan berharga untuk meraih pahala besar sekaligus melatih kedisiplinan spiritual dan fisik. Dengan persiapan yang matang dari sisi pengetahuan tanggal, menu sahur, hidrasi, cara berbuka, hingga manajemen aktivitas, ibadah ini bisa dijalankan dengan lancar tanpa mengorbankan kesehatan.
Kunci suksesnya bukan pada satu hal saja, melainkan kombinasi semua tips di atas yang dilakukan secara konsisten. Dengarkan juga tubuh sendiri, setiap orang punya respons berbeda terhadap puasa. Jika muncul gejala serius seperti pusing berat, mual hebat, atau lemas yang tidak terkontrol, jangan ragu untuk membatalkan puasa dan menggantinya di lain hari.
Catatan: Setiap kondisi kesehatan individu unik, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau tenaga medis profesional jika memiliki kondisi medis khusus sebelum menjalankan puasa sunnah.
Selamat menyambut bulan Muharram 1448 H dan menjalankan puasa Asyura dengan penuh keberkahan!
Saya selalu menjelaskan bahwa puasa hanya di tanggal 10 Muharram tetap sah dan berpahala. Namun lebih utama jika dilengkapi dengan puasa Tasua di tanggal 9 untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Jika tidak memungkinkan 2 hari, fokuslah pada kualitas niat dan amalan di hari Asyura saja.
Saya menyarankan untuk tidak memaksakan puasa jika sedang sakit. Puasa Asyura adalah sunnah, sementara menjaga kesehatan adalah wajib. Bisa diganti di hari lain di bulan Muharram atau di kesempatan puasa sunnah berikutnya. Konsultasikan kondisi dengan dokter jika ragu apakah boleh berpuasa.
Saya selalu merekomendasikan kombinasi karbohidrat kompleks dan protein. Misalnya nasi merah dengan ayam panggang dan sayur bayam, atau oatmeal dengan telur rebus dan pisang. Hindari makanan tinggi gula sederhana dan terlalu pedas. Lengkapi dengan kurma dan air putih untuk hidrasi awal.
Saya menyarankan latihan bertahap untuk anak-anak di atas 7 tahun yang sehat. Mulai dari puasa setengah hari sampai dzuhur dulu untuk hari pertama. Pastikan asupan cairan dan nutrisi tetap cukup. Anak di bawah 7 tahun atau yang sedang masa pertumbuhan aktif sebaiknya tidak dipaksakan, fokus pada edukasi makna ibadah dulu.
Sarjana Kimia, pendekatan sains untuk nutrisi, parenting, dan skincare
Terbit 21 Mei 2026 ยท Sesuai pedoman editorial
Panduan puasa Tasua dan Asyura membantu Sobat Berbagi menyiapkan niat, memahami waktunya, dan menjalankannya dengan lebih tertib pada 9 dan 10 Muharram.
Tips agar anak betah di pondok pesantren untuk Sobat Berbagi yang ingin membantu anak beradaptasi dengan lingkungan baru secara bertahap dan sehat.
Tips memakai gelang dan jam tangan bersamaan untuk Sobat Berbagi yang ingin tampil stylish, seimbang, nyaman, dan tidak terlihat berlebihan.