10 Amalan Sunnah Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H bagi Keluarga Muslim
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah jatuh pada pertengahan Juni 2026. Simak 10 amalan sunnah yang bisa Sobat Berbagi lakukan bersama keluarga untuk menyambutnya.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026/2027 segera dimulai. Berikut 7 tips MPLS yang bisa orangtua siapkan agar anak lancar beradaptasi.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS menjadi pintu gerbang anak menuju jenjang pendidikan baru. Pada tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai pertengahan Juli 2026, jutaan murid baru SD, SMP, dan SMA akan mengikuti MPLS selama tiga sampai lima hari pertama. Bagi Sobat Berbagi yang punya anak masuk sekolah baru, momen ini bisa jadi penuh kecemasan, terutama untuk anak yang sensitif atau pemalu.
MPLS bertujuan mengenalkan anak pada lingkungan, guru, teman baru, kurikulum, sampai aturan sekolah. Jika persiapan kurang matang, anak bisa stres, susah tidur, bahkan menolak berangkat di hari kedua. Sebaliknya, persiapan yang tepat bikin anak menikmati MPLS sebagai pengalaman seru. Berikut 7 tips MPLS yang bisa Sobat Berbagi terapkan agar anak lancar beradaptasi.
Sebelum hari H, ajak anak duduk santai dan jelaskan apa itu MPLS dengan bahasa sederhana. Untuk anak SD, gunakan analogi seperti "kenalan sama rumah baru". Untuk anak SMP atau SMA, jelaskan bahwa MPLS adalah momen kenalan dengan guru, teman, dan fasilitas sekolah selama tiga sampai lima hari.
Tekankan bahwa MPLS bukan ajang perpeloncoan seperti zaman dulu. Berdasarkan aturan Kemendikbudristek, MPLS harus edukatif dan tidak boleh ada kekerasan fisik maupun verbal. Jika anak tahu apa yang akan dihadapi, kecemasannya berkurang signifikan.
Setiap sekolah biasanya kirim daftar perlengkapan MPLS lewat grup WhatsApp wali murid atau pengumuman resmi. Cek dengan teliti dan jangan menunda sampai H-1. Perlengkapan umum biasanya termasuk seragam khusus MPLS, name tag, alat tulis, buku catatan, dan tugas membuat properti unik.
Untuk yang tugas properti seperti topi kreasi atau tas dari bahan daur ulang, libatkan anak sejak awal agar dia paham dan bangga dengan hasilnya. Jangan dikerjakan sepenuhnya oleh orangtua karena anak bisa kebingungan saat presentasi di sekolah.
Salah satu agenda MPLS adalah perkenalan diri di depan kelas. Banyak anak grogi, terutama yang pemalu. Latih anak di rumah dengan role play sederhana, misalnya menyebut nama lengkap, panggilan, asal SD/SMP, hobi, dan cita-cita.
Buat suasana latihan yang menyenangkan, bukan menegangkan. Sobat Berbagi bisa berperan sebagai teman baru yang mendengarkan, lalu kasih feedback positif. Latihan 10 menit per hari selama seminggu sebelum MPLS sudah cukup membangun rasa percaya diri anak.
Kegiatan MPLS biasanya dimulai pagi hari dan padat sampai sore. Anak yang kurang tidur akan lelah, sulit fokus, dan rentan emosi. Mulai geser jam tidur anak seminggu sebelum MPLS, terutama jika selama libur kebiasaan tidurnya berantakan.
Anak SD idealnya tidur 9-11 jam, sementara SMP-SMA 8-10 jam per malam. Matikan gadget minimal 30 menit sebelum tidur agar kualitas istirahat optimal. Tidur cukup bikin anak lebih siap menyerap informasi baru di sekolah.
Selama MPLS, anak butuh energi ekstra untuk mengikuti rangkaian kegiatan fisik maupun mental. Siapkan sarapan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi, roti gandum, atau oatmeal plus protein dari telur, ayam, atau tempe.
Untuk bekal, buat menu yang anak suka tapi tetap bergizi seimbang. Hindari makanan terlalu pedas, terlalu manis, atau berminyak yang bisa bikin perut tidak nyaman. Jangan lupa bekali air minum minimal 600 ml dalam botol agar anak terhindar dari dehidrasi.
Walaupun perpeloncoan sudah dilarang, kadang masih ada interaksi dengan kakak kelas atau panitia OSIS. Bekali anak dengan etika dasar: sapa dengan sopan, dengarkan instruksi dengan baik, dan jangan ragu bertanya jika tidak paham.
Ajarkan juga apa yang harus dilakukan jika anak menemukan praktik tidak menyenangkan seperti dibentak berlebihan, disuruh hal aneh, atau dipermalukan. Pastikan anak tahu untuk segera lapor ke guru piket atau ke orangtua. Berikan akses komunikasi mudah, misal jam istirahat boleh telepon orangtua sebentar.
Setiap sore selama MPLS, sempatkan ngobrol santai dengan anak. Tanyakan kegiatan apa saja yang dia lakukan, siapa teman baru yang dikenal, apa yang seru, dan apa yang bikin tidak nyaman. Dengarkan tanpa menghakimi.
Jika anak terlihat lesu, menangis, atau menolak berangkat keesokan harinya, jangan langsung dimarahi. Coba gali penyebabnya dengan empati. Mungkin ada masalah dengan teman, guru, atau merasa kewalahan. Komunikasi terbuka selama MPLS membangun trust yang akan berguna sepanjang tahun ajaran.
MPLS biasanya berlangsung 3 sampai 5 hari pertama tahun ajaran baru, tergantung kebijakan sekolah masing-masing.
Untuk anak SD kelas 1, sebaiknya diantar setidaknya di hari pertama. Untuk SMP dan SMA, orangtua bisa antar di hari pertama saja kalau memungkinkan, sebagai dukungan moral.
Jangan langsung memaksa. Tanya alasan dia menolak, dengarkan empati, dan kalau perlu komunikasikan ke wali kelas. Anak yang merasa didengar lebih mudah dibujuk berangkat kembali.
Ya, Kemendikbudristek melarang segala bentuk perpeloncoan, kekerasan fisik, verbal, dan tugas yang tidak masuk akal. Jika menemui pelanggaran, orangtua bisa lapor ke pihak sekolah atau Dinas Pendidikan setempat.
Sarjana Kimia, pendekatan sains untuk nutrisi, parenting, dan skincare
Terbit 25 Mei 2026 ยท Sesuai pedoman editorial
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah jatuh pada pertengahan Juni 2026. Simak 10 amalan sunnah yang bisa Sobat Berbagi lakukan bersama keluarga untuk menyambutnya.
Cuaca di Tanah Suci saat musim haji 2026 bisa mencapai 40 derajat lebih. Terapkan 8 tips jaga kesehatan ini agar ibadah haji Sobat Berbagi lancar dan tetap fit.
Konsumsi gula berlebih bisa memberi sinyal pada tubuh yang sering tidak disadari. Kenali 7 tanda tubuh kelebihan gula ini agar Sobat Berbagi bisa segera mengubah pola makan.