10 Amalan Sunnah Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H bagi Keluarga Muslim
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah jatuh pada pertengahan Juni 2026. Simak 10 amalan sunnah yang bisa Sobat Berbagi lakukan bersama keluarga untuk menyambutnya.
Sholat Idul Adha 1447 H pada Rabu 27 Mei 2026. Berikut tata cara sholat Idul Adha lengkap dengan bacaan dan rakaatnya yang sesuai sunnah.
Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 berdasarkan SKB 3 Menteri yang diumumkan Kementerian Agama RI. Salah satu rangkaian ibadah utama di hari raya ini adalah sholat Idul Adha yang dikerjakan secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka.
Sholat Id memang hanya dilakukan setahun dua kali, yaitu saat Idul Fitri dan Idul Adha. Karena frekuensinya jarang, banyak Sobat Berbagi yang masih ragu tentang tata cara dan bacaannya yang benar. Saya biasanya menyempatkan diri membaca ulang panduan sholat Id sehari sebelumnya agar tidak salah saat ikut berjamaah.
Berikut tata cara sholat Idul Adha 1447 H lengkap dengan bacaan, jumlah takbir, dan sunnah yang dianjurkan agar ibadah Sobat Berbagi lebih sempurna.
Sholat Idul Adha dilaksanakan pada Rabu, 27 Mei 2026 setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu zhuhur. Para ulama umumnya menganjurkan agar sholat Id dilakukan lebih awal, sekitar 15 menit setelah matahari naik setinggi tombak atau kira-kira pukul 06.00 hingga 07.00 pagi sesuai zona waktu masing-masing.
Berbeda dengan Idul Fitri yang biasanya dilakukan agak siang, sholat Idul Adha justru disunnahkan lebih awal agar umat muslim memiliki waktu cukup untuk melaksanakan ibadah kurban setelahnya. Karena itu, Sobat Berbagi sebaiknya sudah berangkat ke masjid atau lapangan sejak sebelum pukul 06.00 pagi.
Sebelum berangkat ke tempat sholat, ada beberapa sunnah yang umumnya dianjurkan. Pertama, mandi besar atau mandi sunnah Id agar tubuh segar dan bersih. Kedua, memakai pakaian terbaik yang dimiliki, bukan harus baru, namun sopan dan bersih. Ketiga, memakai wewangian bagi laki-laki.
Berbeda dengan Idul Fitri, sebelum sholat Idul Adha umumnya dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu hingga selesai sholat. Hal ini berbeda dengan Idul Fitri yang justru dianjurkan makan sebelum sholat. Sobat Berbagi juga dianjurkan berjalan kaki ke tempat sholat bila memungkinkan dan memilih rute pulang yang berbeda dari rute berangkat.
Niat sholat Idul Adha bisa dilafalkan dalam hati atau diucapkan dengan lisan. Berikut lafal niat yang umum diamalkan.
Untuk Makmum:
Ushalli sunnatan li'iidil adha rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Untuk Imam:
Ushalli sunnatan li'iidil adha rak'ataini imaman lillahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Niat ini cukup dibaca sekali saja saat takbiratul ihram pertama sebelum membaca takbir-takbir tambahan.
Pada rakaat pertama, sholat Idul Adha memiliki tata cara khusus berupa tujuh kali takbir tambahan setelah takbiratul ihram. Berikut urutannya secara umum.
Pertama, bertakbiratul ihram sambil membaca niat. Kedua, membaca doa iftitah seperti sholat biasa. Ketiga, bertakbir sebanyak 7 kali. Di antara setiap takbir, dianjurkan membaca dzikir pendek seperti "Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar".
Setelah selesai 7 takbir, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah dan kemudian satu surah pendek dari Al-Qur'an. Surah yang umum dibaca imam pada rakaat pertama adalah Al-A'la, Qaf, atau surah pendek lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan bangkit untuk rakaat kedua.
Pada rakaat kedua, terdapat lima kali takbir tambahan yang dilakukan setelah berdiri dari sujud rakaat pertama. Tata caranya sebagai berikut.
Setelah berdiri tegak untuk rakaat kedua, bertakbir sebanyak 5 kali. Di antara setiap takbir, dianjurkan membaca dzikir yang sama seperti rakaat pertama. Setelah selesai 5 takbir, dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah dan satu surah pendek. Surah yang umum dibaca imam pada rakaat kedua adalah Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar.
Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, sujud, duduk tasyahud akhir, dan diakhiri dengan salam ke kanan dan kiri seperti sholat pada umumnya. Setelah salam, jamaah tetap di tempat untuk mendengarkan khutbah Id.
Setelah sholat selesai, khatib akan naik mimbar untuk menyampaikan khutbah Idul Adha. Khutbah Id terdiri dari dua bagian dengan jeda duduk di antara keduanya, mirip seperti khutbah Jumat. Pada khutbah pertama, khatib biasanya membuka dengan 9 takbir, sedangkan khutbah kedua dibuka dengan 7 takbir.
Mendengarkan khutbah Id hukumnya sunnah, namun sangat dianjurkan karena mengandung pesan-pesan penting tentang makna kurban, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, serta semangat berbagi. Sobat Berbagi dianjurkan untuk diam dan fokus mendengarkan, tidak berbicara atau bermain ponsel selama khutbah berlangsung.
Selain ibadah utama sholat Id, ada beberapa sunnah lain yang dianjurkan agar ibadah Idul Adha semakin sempurna. Sebelum sholat, perbanyak takbir, tahlil, dan tahmid sejak malam Idul Adha hingga selesai sholat. Bacaan takbir Id yang umum: "Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar walillaahil hamd".
Setelah sholat, dianjurkan untuk bersilaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan kerabat. Saling mengucapkan selamat hari raya juga umumnya dilakukan. Bagi yang mampu, segera tunaikan ibadah kurban setelah sholat Id sebagai puncak rangkaian ibadah Idul Adha. Saya biasanya menyempatkan mengunjungi orang tua dulu sebelum melihat proses penyembelihan hewan kurban di masjid.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa sholat Idul Adha hukumnya sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Karena pahalanya besar, Sobat Berbagi sebaiknya tidak melewatkannya kecuali ada uzur syar'i.
Jika tertinggal sebagian takbir tambahan, langsung ikuti imam dan tidak perlu mengulang takbir yang terlewat. Sholat tetap sah dan Sobat Berbagi tetap mendapatkan pahala sholat berjamaah.
Bila tidak bisa menghadiri sholat berjamaah karena uzur, sholat Id boleh dilakukan sendiri di rumah dengan tata cara yang sama, namun tanpa khutbah. Pelaksanaannya tetap dua rakaat dengan takbir tambahan.
Tata cara keduanya hampir sama, hanya berbeda di niat dan beberapa sunnah pendukungnya. Idul Fitri dianjurkan makan sebelum sholat, sedangkan Idul Adha sebaliknya. Waktu Idul Adha juga lebih awal dibanding Idul Fitri.
Sarjana Kimia, pendekatan sains untuk nutrisi, parenting, dan skincare
Terbit 25 Mei 2026 ยท Sesuai pedoman editorial
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah jatuh pada pertengahan Juni 2026. Simak 10 amalan sunnah yang bisa Sobat Berbagi lakukan bersama keluarga untuk menyambutnya.
Puasa Tarwiyah dan Arafah jatuh pada 25-26 Mei 2026 menjelang Idul Adha 1447 H. Berikut niat puasa Arafah dan Tarwiyah lengkap dengan keutamaan dan tata caranya.
Cuaca di Tanah Suci saat musim haji 2026 bisa mencapai 40 derajat lebih. Terapkan 8 tips jaga kesehatan ini agar ibadah haji Sobat Berbagi lancar dan tetap fit.