Langsung ke konten utama
๐Ÿฅ
๐Ÿฅ
Kesehatan5 min baca

Panduan Puasa Tasua dan Asyura agar Lebih Siap Menjalankannya

Panduan puasa Tasua dan Asyura membantu Sobat Berbagi menyiapkan niat, memahami waktunya, dan menjalankannya dengan lebih tertib pada 9 dan 10 Muharram.

Muhammad Ihsan Harahapยท

Pencarian tentang puasa Tasua dan Asyura ramai lagi di Google Trends Indonesia pada Rabu, 24 Juni 2026. Ini masuk akal karena banyak orang ingin memastikan niat, waktu, dan cara menjalaninya dengan benar tanpa bingung oleh potongan informasi yang tersebar di media sosial.

Panduan Puasa Tasua dan Asyura agar Lebih Siap Menjalankannya

Kalau Sobat Berbagi ingin menjalankannya dengan lebih tenang, kuncinya adalah mulai dari rujukan yang jelas. Kalender resmi Kementerian Agama dan rujukan Muhammadiyah membantu memastikan tanggal, sementara penjelasan fikih dari NU Online membantu pada bagian niat dan waktu pelafalan.

1. Pahami dulu kapan Tasua dan Asyura jatuh tahun ini

Menurut laman resmi Muhammadiyah berbahasa Inggris, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Jika mengikuti hitungan itu, 9 Muharram atau puasa Tasua jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026, sedangkan 10 Muharram atau puasa Asyura jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.

Tetap penting untuk mengecek kalender Hijriah resmi yang dipakai keluarga atau lingkungan tempat tinggalmu. Dalam praktiknya, sebagian orang memilih mengikuti rujukan organisasi atau otoritas keagamaan yang biasa mereka gunakan agar ibadah terasa lebih mantap.

2. Siapkan niat dari malam hari bila memungkinkan

NU Online menuliskan lafal niat khusus untuk Tasua dan Asyura. Untuk Tasua:

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุงุณููˆุนูŽุงุกูŽ ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Latin: Nawaitu shauma Tasu'a-a lillahi ta'ala.

Artinya: Saya niat puasa Tasua karena Allah ta'ala.

Untuk Asyura:

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Latin: Nawaitu shauma 'Asyura-a lillahi ta'ala.

Artinya: Saya niat puasa Asyura karena Allah ta'ala.

Kalau ingin lebih praktis, Sobat Berbagi bisa menyiapkan niat setelah Maghrib atau sebelum tidur. Dengan begitu, pagi hari tidak dimulai dengan ragu-ragu.

3. Jika lupa niat malam, cek lagi batas waktunya

NU Online juga menjelaskan bahwa niat puasa sunnah masih bisa dibaca sampai sebelum Dzuhur, selama sejak fajar belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa. Informasi ini penting karena banyak orang panik hanya karena lupa melafalkan niat sebelum tidur.

Namun, jangan jadikan kelonggaran itu sebagai kebiasaan. Tetap lebih rapi jika niat disiapkan dari malam hari supaya fokus ibadah tidak pecah oleh kebingungan teknis pada pagi hari.

4. Sahur tetap penting meski puasanya sunnah

Puasa sunnah bukan alasan untuk mengabaikan persiapan fisik. Sahur membantu tubuh lebih siap menjalani aktivitas, terutama bila Sobat Berbagi tetap harus bekerja, belajar, atau beraktivitas di luar rumah.

Pilih makanan yang tidak terlalu berat tetapi cukup mengenyangkan. Kombinasi karbohidrat, protein, air putih, dan buah bisa membantu energi lebih stabil. Hindari terlalu banyak makanan sangat asin atau minuman berkafein berlebihan kalau justru membuat cepat haus.

5. Atur aktivitas agar ibadah lebih realistis

Banyak orang semangat di awal, tetapi lupa menyesuaikan ritme hariannya. Jika kamu tahu hari itu akan padat rapat, perjalanan jauh, atau aktivitas fisik tinggi, atur tidur lebih awal dan siapkan kebutuhan sejak malam.

Sobat Berbagi juga bisa menurunkan ekspektasi yang tidak perlu. Tidak semua hari puasa sunnah harus diisi target berlebihan. Kadang yang lebih penting adalah menjaga niat, menahan diri, dan tetap menjalani hari dengan tenang.

6. Perbanyak ibadah pendamping, bukan hanya menahan lapar

Puasa Tasua dan Asyura bukan sekadar menukar jam makan. Momen ini lebih bermakna jika dibarengi dengan doa, dzikir, membaca Al-Quran, dan menjaga lisan. Justru di sini nilai puasanya terasa.

Jika Sobat Berbagi punya waktu terbatas, fokus pada ibadah yang realistis dilakukan. Misalnya membaca beberapa halaman Al-Quran, memperbanyak istighfar, atau meluangkan waktu sejenak untuk muhasabah.

7. Kenali kondisi tubuh sendiri

Walau ini puasa sunnah, tubuh tetap perlu diperhatikan. Bila kamu sedang sakit, dalam pemulihan, atau memiliki kondisi tertentu yang membuat puasa terasa berat, jangan memaksakan diri. Untuk kondisi kesehatan khusus, lebih aman berkonsultasi dengan tenaga medis yang memahami keadaanmu.

Pendekatan ini bukan mengurangi semangat ibadah, tetapi bagian dari sikap bijak. Ibadah yang dijalankan dengan sadar biasanya lebih baik daripada memaksa lalu justru mengganggu kesehatan.

8. Hindari konten viral yang tidak jelas sumbernya

Saat topik keagamaan sedang naik, media sosial sering dipenuhi poster jadwal, gambar niat, dan potongan hadis tanpa konteks. Sebelum menyimpan atau membagikannya, cocokkan dulu dengan rujukan yang lebih jelas seperti kalender resmi dan laman lembaga Islam yang kredibel.

Langkah kecil ini membantu Sobat Berbagi terhindar dari salah tanggal, salah lafal, atau kesimpulan yang terlalu disederhanakan. Untuk ibadah yang sederhana sekalipun, sumber yang rapi tetap penting.

Puasa Tasua dan Asyura akan terasa lebih ringan jika disiapkan dengan baik: tahu tanggalnya, paham niatnya, dan menyesuaikan aktivitas harian. Saat informasi dasar sudah jelas, fokus bisa kembali ke tujuan utamanya, yaitu memperbanyak amal di bulan Muharram.

FAQ Puasa Tasua dan Asyura

Kapan puasa Tasua dan Asyura tahun 2026?

Jika mengikuti rujukan Muhammadiyah yang menempatkan 1 Muharram 1448 H pada 16 Juni 2026, maka Tasua jatuh pada 24 Juni 2026 dan Asyura pada 25 Juni 2026. Tetap cek rujukan resmi yang biasa kamu pakai.

Apakah niat harus dibaca pada malam hari?

Lebih baik iya. Namun, untuk puasa sunnah, NU Online menjelaskan niat masih bisa dibaca sampai sebelum Dzuhur selama sejak fajar belum ada hal yang membatalkan puasa.

Apakah wajib puasa dua hari sekaligus?

Banyak penjelasan menganjurkan puasa pada 9 dan 10 Muharram agar lebih lengkap. Namun, orang sering tetap mengenal puasa Asyura secara khusus pada 10 Muharram.

Apa yang perlu disiapkan selain niat?

Sahur, cukup minum, atur jadwal tidur, dan kurangi aktivitas yang tidak perlu. Persiapan sederhana seperti ini sangat membantu agar ibadah lebih nyaman dijalani.

Iklan
Bagikan:
MIH

SEO & GEO Specialist, 7+ tahun di industri digital, latar jurnalisme

Terbit 24 Juni 2026 ยท Sesuai pedoman editorial

Artikel Terkait