Langsung ke konten utama
๐Ÿ’ป
๐Ÿ’ป
Teknologi4 min baca

Tips Memilih Felt Tip Pens untuk Menulis, Sketsa, dan Bullet Journal

Panduan memilih felt tip pens agar tulisan rapi, warna nyaman, tinta tidak mudah tembus, dan cocok untuk catatan, lettering, maupun sketsa ringan.

Muhammad Ihsan Harahapยท

Felt tip pens banyak dipakai untuk catatan, planner, bullet journal, lettering, sketsa ringan, dan pekerjaan kreatif. Ujungnya terasa lebih ekspresif dibanding bolpoin biasa, tetapi lebih mudah dikontrol daripada kuas. Masalahnya, tidak semua felt tip pen cocok untuk semua kertas dan gaya menulis.

Tips Memilih Felt Tip Pens untuk Menulis, Sketsa, dan Bullet Journal

Bagi Sobat Berbagi yang ingin membeli felt tip pens, jangan hanya tergoda warna lengkap. Perhatikan ukuran ujung, jenis tinta, ketahanan warna, kenyamanan grip, dan apakah tinta mudah tembus ke halaman belakang.

1. Pilih Ukuran Ujung Sesuai Kebutuhan

Felt tip pens tersedia dalam berbagai ukuran. Ujung 0.3 sampai 0.5 mm cocok untuk catatan kecil, margin, diagram, dan planner. Ujung 0.7 mm ke atas lebih cocok untuk judul, lettering, poster kecil, atau tulisan yang ingin terlihat tebal.

Jika hanya ingin satu set untuk kebutuhan umum, pilih ukuran sedang yang nyaman untuk menulis harian. Untuk bullet journal, kombinasi satu pen tipis dan satu pen tebal biasanya lebih fleksibel.

2. Cek Apakah Tinta Mudah Tembus

Masalah paling sering pada felt tip pens adalah bleed-through atau tinta tembus ke halaman belakang. Ini tergantung pada jenis tinta, tekanan tangan, dan kualitas kertas. Kertas tipis biasanya lebih mudah tembus.

Sebelum membeli banyak, coba satu warna dulu di kertas yang biasa Sobat Berbagi pakai. Jika bagian belakang terlalu terlihat, pilih pen dengan tinta lebih ringan atau gunakan kertas yang lebih tebal.

3. Bedakan Water-Based dan Alcohol-Based

Felt tip pens berbasis air biasanya lebih nyaman untuk catatan, journaling, dan penggunaan sekolah karena bau lebih ringan dan lebih mudah dikontrol. Namun, tinta bisa luntur jika terkena air.

Pen berbasis alkohol sering menghasilkan warna kuat dan blending lebih halus, tetapi lebih mudah tembus dan aromanya lebih tajam. Jenis ini lebih cocok untuk ilustrasi atau marker art pada kertas khusus.

4. Perhatikan Kelenturan Ujung

Ada felt tip pen dengan ujung kaku, ada juga yang sedikit lentur. Ujung kaku cocok untuk tulisan kecil dan garis konsisten. Ujung lentur lebih enak untuk lettering karena tebal-tipis garis bisa berubah sesuai tekanan.

Untuk pemula, ujung kaku lebih mudah dikontrol. Setelah tangan terbiasa, baru coba brush tip atau flexible felt tip untuk variasi tulisan yang lebih artistik.

5. Pilih Warna yang Benar-benar Dipakai

Set besar dengan puluhan warna terlihat menggoda, tetapi sering hanya beberapa warna yang dipakai. Untuk catatan produktif, warna dasar seperti hitam, biru, merah, hijau, abu-abu, dan kuning lembut sudah cukup.

Jika dipakai untuk journaling atau ilustrasi, pilih palet yang harmonis. Warna terlalu neon bisa melelahkan mata jika dipakai menulis banyak.

6. Cek Kenyamanan Grip

Felt tip pens sering dipakai cukup lama. Grip yang terlalu licin atau terlalu kecil bisa membuat tangan cepat pegal. Pilih pen yang ukurannya pas di tangan dan tidak perlu ditekan keras agar tinta keluar.

Jika Sobat Berbagi menulis dengan tekanan kuat, cari pen dengan ujung yang tidak mudah masuk atau melebar. Ujung yang cepat rusak akan membuat garis terlihat kasar.

7. Simpan dengan Posisi yang Tepat

Sebagian felt tip pens lebih awet jika disimpan horizontal, terutama set warna. Penyimpanan horizontal membantu tinta tersebar merata dan mengurangi risiko salah satu sisi cepat kering.

Selalu tutup pen setelah dipakai. Felt tip yang dibiarkan terbuka beberapa menit saja bisa mulai kering, terutama di ruangan ber-AC atau udara panas.

8. Sesuaikan dengan Jenis Kertas

Untuk planner dan buku catatan biasa, pilih felt tip pens yang tidak terlalu basah. Untuk lettering atau ilustrasi, gunakan kertas marker, bristol, atau kertas tebal agar warna lebih bagus.

Jika memakai kertas kasar, ujung felt tip bisa cepat aus. Kertas halus membantu ujung pen bertahan lebih lama dan garis terlihat lebih bersih.

Penutup

Felt tip pens yang bagus adalah yang sesuai dengan kebutuhan, bukan yang paling banyak warnanya. Sobat Berbagi perlu mempertimbangkan ukuran ujung, jenis tinta, ketahanan terhadap kertas, kenyamanan, dan cara penyimpanan.

Untuk menulis harian, pilih pen yang nyaman dan tidak mudah tembus. Untuk sketsa atau lettering, cari variasi ujung dan warna yang lebih ekspresif. Dengan pilihan yang tepat, catatan dan karya kecil bisa terlihat jauh lebih rapi.

FAQ Felt Tip Pens

Apa itu felt tip pens?

Felt tip pens adalah pena dengan ujung serat atau felt yang menghasilkan garis halus, tegas, dan cocok untuk menulis maupun menggambar ringan.

Apakah felt tip pens mudah tembus kertas?

Bisa, terutama pada kertas tipis atau tinta yang terlalu basah. Selalu uji di halaman belakang sebelum dipakai banyak.

Apa beda felt tip pen dan brush pen?

Felt tip pen biasanya punya ujung lebih kaku, sedangkan brush pen lebih lentur dan cocok untuk lettering tebal-tipis.

Bagaimana cara menyimpan felt tip pens?

Tutup rapat setelah dipakai dan simpan horizontal jika berupa set warna agar tinta tetap merata.

Iklan
Bagikan:
MIH

SEO & GEO Specialist, 7+ tahun di industri digital, latar jurnalisme

Terbit 23 Juni 2026 ยท Sesuai pedoman editorial

Artikel Terkait