Langsung ke konten utama
๐Ÿณ
๐Ÿณ
Kuliner5 min baca

7 Tradisi 1 Muharram Tahun Baru Islam di Berbagai Daerah Indonesia

Tahun Baru Islam 1 Muharram dirayakan dengan tradisi unik di Indonesia. Simak 7 tradisi 1 Muharram dari berbagai daerah yang sarat makna budaya dan spiritual.

Muhammad Ihsan Harahapยท

Tahun Baru Islam selalu punya tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah ini tidak hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga dirayakan lewat beragam tradisi budaya yang sudah turun-temurun. Saya masih ingat suasana khidmat saat menyaksikan kirab budaya menyambut 1 Muharram di Jawa beberapa tahun lalu, di mana ribuan orang berkumpul dengan penuh antusias namun tetap tenang.

7 Tradisi 1 Muharram Tahun Baru Islam di Berbagai Daerah Indonesia

Pada 2026, 1 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh di sekitar pertengahan Juni. Momen ini menjadi waktu yang dinanti untuk menyaksikan kekayaan tradisi Nusantara. Berikut tujuh tradisi 1 Muharram dari berbagai daerah Indonesia yang sarat makna budaya dan spiritual.

1. Kirab Kebo Bule Kyai Slamet di Solo

Salah satu tradisi 1 Muharram yang paling terkenal di Solo adalah kirab kebo bule atau kerbau berkulit putih kemerahan. Kerbau ini secara turun-temurun dikaitkan dengan Keraton Surakarta dan diarak keliling kota pada malam pergantian tahun Jawa, yang bertepatan dengan 1 Muharram atau 1 Sura.

Masyarakat berkumpul di sepanjang jalan untuk menyaksikan rombongan kirab yang berjalan dengan tenang. Tradisi ini dipandang sebagai bentuk pelestarian budaya keraton sekaligus simbol harapan akan keselamatan di tahun baru. Suasananya khidmat, mencerminkan perpaduan antara nilai budaya Jawa dan spiritualitas Islam.

2. Tapa Bisu Mubeng Beteng di Yogyakarta

Di Yogyakarta, masyarakat memperingati malam 1 Sura atau 1 Muharram dengan tradisi Tapa Bisu Mubeng Beteng. Dalam tradisi ini, peserta berjalan mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta tanpa berbicara sepatah kata pun sepanjang perjalanan.

Diam selama berjalan ini dimaknai sebagai bentuk perenungan diri, introspeksi, dan permohonan agar tahun yang baru membawa kebaikan. Ribuan orang biasanya ikut serta dengan langkah perlahan dan suasana hening yang menenangkan. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menahan diri dan merenung sebelum melangkah ke lembaran baru.

3. Tradisi Bubur Suro yang Penuh Makna

Bubur Suro atau bubur Asyura adalah sajian khas yang banyak dibuat masyarakat saat memasuki bulan Muharram. Bubur ini biasanya terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dan diberi aneka topping seperti kacang, irisan telur, serta taburan rempah, meski variasinya bisa berbeda di tiap daerah.

Membuat dan membagikan bubur Suro kepada tetangga menjadi wujud kebersamaan dan rasa syukur. Tradisi berbagi makanan ini mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus mengajarkan nilai berbagi rezeki. Aroma dan rasa bubur Suro selalu mengingatkan banyak orang pada kehangatan suasana bulan Muharram.

4. Tabuik di Pariaman Sumatera Barat

Di Pariaman, Sumatera Barat, masyarakat menggelar tradisi Tabuik yang biasanya dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Tabuik merupakan perayaan budaya yang menampilkan bangunan menyerupai usungan besar yang diarak beramai-ramai sebelum akhirnya dilarung ke laut.

Prosesi ini menjadi atraksi budaya yang menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai daerah. Selain bernilai religius, Tabuik juga menjadi daya tarik wisata budaya khas pesisir Minangkabau. Semangat gotong royong warga sangat terasa dalam setiap tahap persiapan dan pelaksanaannya.

5. Grebeg Suro di Ponorogo

Ponorogo memiliki tradisi Grebeg Suro yang digelar untuk menyambut datangnya tahun baru Islam. Rangkaian acaranya biasanya berlangsung beberapa hari dan menampilkan berbagai kegiatan seni budaya, termasuk pertunjukan Reog Ponorogo yang sudah sangat terkenal.

Festival ini menjadi ajang masyarakat untuk melestarikan kesenian lokal sekaligus merayakan pergantian tahun. Ribuan penonton hadir menyaksikan kemeriahan kirab dan pertunjukan yang penuh warna. Grebeg Suro menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan dan kekayaan budaya daerah bisa berpadu secara harmonis.

6. Tradisi Nganggung Membawa Dulang

Di wilayah Bangka Belitung, dikenal tradisi Nganggung yang sering dilakukan pada momen keagamaan, termasuk menyambut tahun baru Islam. Dalam tradisi ini, warga membawa dulang berisi makanan dari rumah masing-masing untuk dikumpulkan dan disantap bersama di masjid atau tempat berkumpul.

Tradisi Nganggung mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat di tengah masyarakat. Beragam hidangan yang dibawa kemudian dinikmati secara bersama-sama dalam suasana penuh keakraban. Momen seperti ini mempererat persaudaraan sekaligus menjaga nilai berbagi yang sudah mengakar lama.

7. Pesan Spiritual di Balik Tradisi 1 Muharram

Di balik beragam tradisi yang meriah, peringatan 1 Muharram pada dasarnya mengajak umat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Pergantian tahun Hijriah menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan setahun ke belakang dan memperbaiki diri di tahun mendatang.

Bagi Sobat Berbagi, tradisi-tradisi ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan pengingat untuk memperbanyak kebaikan dan mempererat silaturahmi. Nilai berbagi, kebersamaan, dan perenungan yang terkandung di dalamnya tetap relevan di tengah kehidupan modern. Itulah yang membuat tradisi 1 Muharram terus lestari dari generasi ke generasi.

FAQ Tradisi 1 Muharram Tahun Baru Islam

Kapan 1 Muharram 1448 H diperingati pada 2026?

1 Muharram 1448 H sebagai Tahun Baru Islam diperkirakan jatuh pada sekitar pertengahan Juni 2026, dengan tanggal pastinya mengikuti penetapan resmi pemerintah dan hasil rukyat.

Apa tradisi 1 Muharram yang paling terkenal di Indonesia?

Beberapa yang paling terkenal antara lain Kirab Kebo Bule di Solo, Tapa Bisu Mubeng Beteng di Yogyakarta, Tabuik di Pariaman, dan Grebeg Suro di Ponorogo.

Apa makna tradisi membuat bubur Suro?

Membuat dan membagikan bubur Suro menjadi wujud rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga melalui kebiasaan berbagi makanan di bulan Muharram.

Apa pesan utama di balik peringatan 1 Muharram?

Pesan utamanya adalah ajakan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri, memperbaiki diri di tahun baru, serta memperbanyak kebaikan dan menjaga kebersamaan.

Iklan
Bagikan:
MIH

SEO & GEO Specialist, 7+ tahun di industri digital, latar jurnalisme

Terbit 26 Mei 2026 ยท Sesuai pedoman editorial

Artikel Terkait