
8 Tips Memilih Ikan Segar agar Hasil Masak Tidak Amis dan Tidak Cepat Hancur
Tips memilih ikan segar ini membantu Sobat Berbagi membaca mata, insang, tekstur, dan aroma ikan sebelum membeli supaya hasil masak lebih enak.
Tips memilih telur ini membantu Sobat Berbagi mengecek kesegaran, kebersihan, dan cara simpan yang lebih masuk akal sebelum telur dibawa pulang.

Telur termasuk bahan dapur yang paling sering dibeli, tetapi justru paling mudah diambil tanpa banyak diperiksa. Karena terlihat sederhana dan harganya relatif terjangkau, banyak orang langsung memasukkan satu rak ke keranjang. Baru setelah di rumah ketahuan ada yang retak, berbau, atau kualitasnya turun lebih cepat dari perkiraan.
Padahal memilih telur yang baik tidak rumit. Sobat Berbagi hanya perlu lebih teliti beberapa menit saat belanja supaya stok dapur lebih aman dipakai untuk sarapan, bekal, atau bahan kue. Delapan tips memilih telur berikut bisa membantu mengurangi salah beli dan menjaga kualitasnya lebih lama.
Langkah pertama paling penting adalah memeriksa cangkangnya. Pilih telur yang cangkangnya utuh, tidak retak, tidak ada lubang kecil, dan tidak terasa terlalu rapuh saat dipegang. Retakan halus kadang sulit terlihat dari jauh, jadi jangan ragu memeriksa satu per satu dengan cepat.
Telur retak lebih berisiko terkontaminasi karena lapisan pelindung alaminya sudah terganggu. Selain itu, cairan di dalam telur bisa lebih cepat berubah kualitas selama penyimpanan dan perjalanan pulang.
Kalau Sobat Berbagi membeli dalam tray atau rak, cek juga bagian dasar yang sering tersembunyi. Banyak telur bermasalah justru luput karena hanya melihat bagian atasnya.
Cangkang telur yang baik seharusnya tampak bersih secara umum, bebas noda besar, lendir, atau kotoran yang menempel berlebihan. Namun bersih bukan berarti mengilap seperti habis dipoles. Telur yang terlihat terlalu licin atau seperti dicuci kasar kadang kehilangan lapisan pelindung alami di permukaan cangkang.
Kalau ada sedikit noda tipis yang kering, itu tidak selalu masalah besar. Yang perlu dihindari adalah noda basah, berlendir, atau bau yang tidak wajar. Kondisi seperti ini bisa menandakan penanganan yang kurang bersih atau penyimpanan yang buruk.
Sobat Berbagi sebaiknya lebih memilih telur yang terlihat alami, kering, dan rapi.
Telur segar biasanya terasa cukup padat untuk ukurannya. Kalau ada dua butir dengan ukuran mirip, telur yang terasa lebih mantap sering jadi pilihan lebih baik dibanding yang terasa terlalu ringan. Ini bukan aturan mutlak, tetapi cukup membantu saat kualitas visualnya hampir sama.
Telur yang sangat ringan bisa menandakan isi di dalamnya sudah kehilangan kelembapan lebih banyak. Seiring waktu, kantong udara di dalam telur membesar dan kesegarannya menurun. Karena itu, membiasakan tangan untuk merasakan bobot telur akan membantu Sobat Berbagi memilih lebih cepat.
Kalau belanja dalam kemasan, cukup bandingkan antar kemasan yang masih serupa.
Untuk telur kemasan, informasi tanggal sangat membantu. Baca tanggal pengemasan atau batas konsumsi yang tercantum, lalu pilih yang kondisinya masih memberi ruang simpan yang nyaman. Jangan hanya mengambil rak paling depan tanpa mengecek detailnya.
Selain tanggal, lihat juga kondisi kemasannya. Kardus atau tray yang lembap, penyok berat, atau tampak kotor bisa menandakan penanganan yang kurang baik. Kemasan yang rapi biasanya memudahkan Sobat Berbagi membawa telur pulang tanpa tambahan risiko retak.
Kalau membeli di pasar tradisional yang tidak memakai label tanggal, cek lebih teliti aspek fisik dan pilih penjual yang perputaran barangnya tampak cepat.
Cara penyimpanan saat dijual ikut menentukan kualitas. Hindari telur yang dipajang terlalu lama di tempat panas, terkena sinar matahari langsung, atau bercampur dengan barang basah dan berbau tajam. Lingkungan seperti itu bisa mempercepat penurunan mutu.
Pilih lapak atau toko yang telurnya tertata rapi, tidak ditumpuk berlebihan, dan terlihat sering diputar stoknya. Penjual yang menjaga area tetap kering dan bersih biasanya juga lebih berhati-hati saat menangani barang.
Sobat Berbagi tidak harus mencari tempat paling besar. Penanganan yang teliti sering lebih penting daripada tampilan tokonya.
Kalau Sobat Berbagi membeli dalam jumlah banyak dan ragu pada beberapa butir, uji air bisa dipakai sebagai pemeriksaan tambahan di rumah. Caranya sederhana: masukkan telur ke wadah berisi air bersih. Telur yang tenggelam dan rebah cenderung lebih segar. Yang miring atau berdiri masih bisa dipakai, tetapi sebaiknya lebih dulu digunakan. Yang mengapung biasanya lebih tua dan perlu diperiksa lagi dengan hati-hati.
Tes ini tidak menggantikan pengecekan bau dan kondisi telur setelah dipecah, tetapi cukup membantu saat ingin menyortir stok. Gunakan tes ini sebagai langkah tambahan, bukan satu-satunya acuan.
Dengan begitu, Sobat Berbagi bisa memutuskan telur mana yang lebih baik dipakai lebih dulu.
Telur yang sudah bagus kualitasnya bisa cepat menurun kalau penyimpanannya asal. Setelah dibeli, simpan di tempat yang bersih dengan suhu yang relatif stabil. Kalau dari awal telur dibeli dari rak dingin, sebaiknya tetap dijaga di suhu dingin saat di rumah. Kalau dibeli dari suhu ruang, hindari area yang terlalu panas dan lembap.
Gunakan wadah yang membuat telur tidak saling terbentur. Jangan terlalu sering memindah-mindahkan tray karena benturan kecil berulang bisa memicu retak halus yang tidak langsung terlihat.
Sobat Berbagi juga lebih aman menyimpan telur bersama sisi tumpul di atas agar posisi kantong udaranya lebih stabil.
Kalau saat belanja atau di rumah Sobat Berbagi menemukan satu dua butir yang retak, jangan langsung dicampur dengan telur lain. Telur seperti ini sebaiknya dipisahkan untuk diperiksa dan, bila masih layak, segera digunakan. Mencampurnya ke stok utama justru membuat kita lupa mana yang perlu diprioritaskan.
Hal serupa berlaku untuk telur yang cangkangnya terasa terlalu tipis, baunya mencurigakan, atau bentuknya tampak tidak biasa. Lebih baik sedikit cerewet di awal daripada merusak satu adonan atau satu masakan karena satu butir bermasalah.
Kebiasaan memilah ini sederhana, tetapi sangat membantu menjaga stok dapur tetap aman dan nyaman dipakai.
Tips memilih telur yang paling berguna sebenarnya ada pada kebiasaan dasar: cek cangkang, lihat kebersihan, rasakan bobot, dan perhatikan cara penyimpanannya. Empat langkah ini sudah cukup untuk mengurangi risiko membawa pulang telur yang kualitasnya menurun.
Kalau Sobat Berbagi sering belanja dalam jumlah banyak, tambahkan juga kebiasaan menyortir saat sampai rumah. Stok telur akan lebih tertata, lebih cepat dipakai sesuai urutan, dan lebih kecil kemungkinannya bikin masalah saat waktunya memasak.
Tidak selalu. Yang lebih penting adalah tidak ada lendir, bau aneh, atau kerusakan pada cangkang. Sedikit noda kering masih bisa ditemukan pada telur yang sebenarnya baik.
Kalau tidak ada kebutuhan langsung, lebih aman hindari mencuci semua telur sekaligus. Cukup bersihkan seperlunya saat akan digunakan agar lapisan pelindung alaminya tidak cepat terganggu.
Perhatikan bau, warna, dan teksturnya. Jika baunya menyengat atau tampilannya sangat tidak wajar, lebih baik jangan dipakai.
SEO & GEO Specialist, 7+ tahun di industri digital, latar jurnalisme
Terbit 29 Juli 2026 ยท Sesuai pedoman editorial

Tips memilih ikan segar ini membantu Sobat Berbagi membaca mata, insang, tekstur, dan aroma ikan sebelum membeli supaya hasil masak lebih enak.

Tips memilih semangka manis ini membantu Sobat Berbagi membaca tanda buah yang matang, segar, dan cocok dibeli tanpa harus menebak-nebak.

Panduan membuat kulit risol yang lentur dan tidak mudah sobek, mulai dari adonan, penyaringan, panas wajan, ketebalan, hingga cara menyimpan.