
7 Tips Minuman Fungsional untuk Boost Imunitas Tubuh Sehari-hari
Tips minuman fungsional untuk Sobat Berbagi yang ingin meningkatkan imunitas tubuh secara alami dengan kombinasi probiotik, herbal, dan antioksidan tiap hari.
Rekomendasi 7 minuman tradisional Indonesia yang bukan hanya enak tetapi juga menyehatkan, dari wedang jahe hingga es dawet.
Indonesia memiliki warisan kuliner yang luar biasa kaya, termasuk dalam hal minuman tradisional. Jauh sebelum kopi kekinian dan boba tea populer, nenek moyang kita sudah meracik minuman dari rempah dan bahan alami yang tidak hanya enak tetapi juga berkhasiat untuk kesehatan.

Di era modern ini, minuman tradisional justru semakin dicari karena orang mulai sadar pentingnya pola hidup sehat dan alami. Berikut 7 minuman tradisional Indonesia yang wajib Sobat Berbagi coba.
Wedang jahe adalah minuman hangat paling populer di Indonesia, terutama di Jawa. Terbuat dari jahe segar yang direbus dengan gula merah, minuman ini memberikan sensasi hangat yang menjalar ke seluruh tubuh. Aroma jahe yang khas langsung menenangkan pikiran.

Manfaat kesehatan wedang jahe sudah diakui secara luas. Jahe mengandung gingerol yang bersifat anti-inflamasi dan antioksidan. Minum wedang jahe secara rutin bisa membantu meredakan mual, meringankan nyeri otot, dan menghangatkan tubuh saat cuaca dingin.
Cara membuatnya sangat sederhana: iris 5 ruas jahe, geprek, rebus dengan 500ml air dan gula merah secukupnya selama 15 menit. Tambahkan serai untuk aroma ekstra.
Bajigur adalah minuman khas Sunda yang terbuat dari santan kelapa, gula aren, dan jahe. Rasanya creamy, manis, dan hangat, perpaduan yang sangat cocok dinikmati di malam hari atau saat udara dingin di daerah pegunungan Bandung dan sekitarnya.

Santan dalam bajigur mengandung lemak sehat yang memberikan energi, sementara jahe membantu melancarkan pencernaan. Gula aren memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan gula pasir biasa, menjadikan bajigur pilihan yang sedikit lebih sehat.
Di Bandung, bajigur mudah ditemukan di pedagang kaki lima, terutama di kawasan Dago dan Lembang. Sobat Berbagi juga bisa membuatnya sendiri dengan resep yang sangat mudah diikuti.
Kunyit asam adalah minuman jamu yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Terbuat dari kunyit segar dan asam jawa, minuman ini memiliki rasa yang khas antara pahit ringan dan asam segar. Sering ditambahkan madu atau gula aren untuk mempermanis.
Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat anti-inflamasi kuat. Kombinasi dengan asam jawa memberikan vitamin C tambahan dan membantu melancarkan pencernaan. Wanita Indonesia secara tradisional minum kunyit asam untuk meredakan nyeri haid dan menjaga kebugaran.
Di kota-kota besar, jamu kunyit asam kini tersedia dalam bentuk kemasan siap minum yang praktis. Namun versi segar yang diracik langsung oleh tukang jamu gendong tetap menjadi favorit karena kesegarannya tidak tertandingi.
Bandrek adalah saudara bajigur yang juga berasal dari Sunda, tetapi dengan karakter yang lebih kuat. Terbuat dari jahe, gula aren, kayu manis, cengkeh, dan lada hitam, bandrek memberikan sensasi hangat yang lebih intens dibandingkan wedang jahe biasa.

Rempah-rempah dalam bandrek bukan sekadar penambah rasa. Kayu manis membantu mengatur kadar gula darah, cengkeh memiliki sifat antibakteri, dan lada hitam meningkatkan penyerapan nutrisi dari bahan-bahan lainnya.
Bandrek modern kadang ditambahkan telur kampung mentah yang diaduk langsung ke dalam minuman panas. Versi ini disebut "bandrek telur" dan diyakini menambah stamina. Sobat Berbagi bisa menemukan bandrek di angkringan dan warung kopi tradisional.
Es dawet atau cendol adalah minuman segar legendaris yang terdiri dari cendol hijau (tepung beras yang diberi pewarna pandan), santan, dan gula merah cair. Kombinasi ini menghasilkan minuman yang manis, gurih, dan sangat menyegarkan.
Cendol hijau yang kenyal dibuat dari tepung beras dan tepung hunkwe yang dicetak menggunakan saringan khusus. Warna hijau alami berasal dari daun pandan atau daun suji yang diblender dan diambil sarinya. Pewarna alami ini juga memberikan aroma wangi yang khas.
Es dawet kini semakin berinovasi dengan tambahan topping seperti nangka, durian, tape singkong, atau bahkan es krim. Di beberapa kota, es dawet premium dengan presentasi modern dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi dari versi tradisional.
Sekoteng adalah minuman hangat yang populer di Jawa, terutama dijual oleh pedagang keliling di malam hari. Terbuat dari rebusan jahe dengan isian yang beragam: kacang hijau, roti tawar potong dadu, mutiara (pacar cina), dan kolang-kaling.
Keunikan sekoteng terletak pada kombinasi tekstur yang beragam dalam satu mangkuk. Ada yang kenyal dari mutiara, renyah dari kacang, lembut dari roti, dan segar dari kolang-kaling. Kuah jahe yang hangat menyatukan semuanya dengan sempurna.
Dari segi kesehatan, sekoteng menawarkan kombinasi karbohidrat, protein nabati, dan rempah. Kacang hijau kaya akan protein dan serat, kolang-kaling rendah kalori dan tinggi serat, sementara jahe menyehatkan pencernaan.
Beras kencur adalah jamu tradisional Jawa yang terbuat dari beras yang direndam semalaman, kencur (sejenis rempah dari keluarga jahe), dan gula merah. Rasanya unik, sedikit pahit dan pedas dengan aroma kencur yang khas dan menyegarkan.

Kencur mengandung senyawa etil-p-metoksisinamat yang bersifat anti-inflamasi dan analgesik alami. Minum beras kencur secara rutin dipercaya bisa menambah nafsu makan, meredakan batuk, dan menghilangkan pegal-pegal. Banyak olahragawan tradisional yang mengonsumsi beras kencur sebagai tonik alami.
Di pasar tradisional, beras kencur sering dijual dalam botol-botol kecil yang siap minum. Sobat Berbagi juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah didapat di pasar atau supermarket.
Minuman tradisional Indonesia bukan hanya warisan budaya yang harus dilestarikan, tetapi juga sumber kesehatan alami yang sudah teruji selama berabad-abad. Di saat banyak orang beralih ke suplemen dan obat-obatan modern, minuman-minuman ini menawarkan alternatif alami yang enak dan menyehatkan.
Sobat Berbagi bisa mulai dengan mencoba satu atau dua minuman dari daftar ini. Buat sendiri di rumah untuk hasil yang paling segar, atau dukung pedagang jamu tradisional di sekitar lingkungan. Setiap tegukan bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga melestarikan budaya.
Untuk jamu seperti kunyit asam atau beras kencur, aman diminum 3-4 kali seminggu untuk pemeliharaan kesehatan. Wedang jahe atau bandrek bisa diminum harian terutama di cuaca dingin. Konsultasikan ke dokter kalau saya punya kondisi medis tertentu seperti hipertensi atau diabetes.
Bisa banget, resepnya sederhana. Untuk wedang jahe cukup geprek 5 ruas jahe, rebus dengan 500ml air dan gula merah selama 15 menit. Bandrek tinggal tambah kayu manis, cengkeh, dan lada hitam ke base wedang jahe. Bahan-bahannya gampang ditemukan di pasar tradisional atau supermarket.
Versi segar dari tukang jamu gendong atau buatan sendiri lebih nutrisi karena tidak ada pengawet. Tapi jamu kemasan dari brand bersertifikat BPOM tetap aman dan praktis untuk Sobat Berbagi yang sibuk. Periksa komposisi dan tanggal kedaluwarsa sebelum beli.
Boleh, terutama beras kencur yang manis dan disukai anak-anak. Untuk wedang jahe, kurangi takaran jahe dan campur dengan susu agar lebih ramah anak. Mulai dari porsi kecil setengah gelas dulu, lihat reaksi tubuh anak sebelum tambahkan ke menu rutin.
SEO & GEO Specialist, 7+ tahun di industri digital, latar jurnalisme
Terbit 4 April 2026 ยท Sesuai pedoman editorial

Tips minuman fungsional untuk Sobat Berbagi yang ingin meningkatkan imunitas tubuh secara alami dengan kombinasi probiotik, herbal, dan antioksidan tiap hari.

Resep beras kencur milk tea untuk Sobat Berbagi yang ingin menikmati jamu tradisional dalam versi kekinian, hangat, lembut, dan cocok untuk hari santai.

Resep matcha cream cloud untuk Sobat Berbagi yang ingin bikin minuman viral ala kafe di rumah, lengkap dari pilih matcha sampai tips foto medsos.