
7 Tips Melunasi Pinjol Agar Tidak Kena Teror Debt Collector
Tips melunasi pinjol secara bertahap dan aman untuk Sobat Berbagi yang terlanjur terjerat pinjaman online dan ingin bebas dari cicilan menumpuk.
Panduan mengatur Tunjangan Hari Raya agar lebih bermanfaat, mulai dari prioritas pengeluaran hingga alokasi untuk tabungan.
Tunjangan Hari Raya (THR) seharusnya menjadi bantuan finansial yang membantu meringankan beban pengeluaran menjelang dan selama Lebaran. Namun, tanpa perencanaan yang jelas, THR sering kali habis lebih cepat dari yang diperkirakan.
Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, THR bisa dimanfaatkan secara lebih optimal dan bahkan menyisakan sebagian untuk tabungan atau investasi. Kunci dari pendekatan itu dimulai jauh sebelum uangnya benar-benar masuk ke rekening.
Salah satu kunci pengelolaan THR yang efektif adalah membuat rencana sebelum uangnya benar-benar masuk ke rekening. Ketika THR sudah di tangan, godaan untuk langsung menggunakannya jauh lebih besar.
Mulai dengan memperkirakan total THR yang akan diterima, lalu bagi ke beberapa pos pengeluaran secara proporsional. Rencana yang dibuat sebelumnya jauh lebih mudah diikuti dibandingkan keputusan yang dibuat secara spontan saat uang sudah tersedia. Agar rencana itu konkret, langkah berikutnya adalah menyusun daftar kebutuhan berdasarkan urutan kepentingannya.
Langkah pertama yang paling penting adalah memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Sebelum THR cair, buat daftar pengeluaran yang sudah pasti dibutuhkan.
Beberapa pos pengeluaran yang biasanya muncul saat Lebaran:
Tanpa batasan yang jelas, pengeluaran cenderung membengkak, terutama untuk pos-pos yang sifatnya fleksibel seperti belanja pakaian atau oleh-oleh.
Cara yang cukup efektif adalah menggunakan metode amplop, baik secara fisik maupun digital. Masukkan uang sesuai anggaran ke masing-masing kategori, dan disiplin untuk tidak mengambil dari kategori lain.
Prinsipnya, tetapkan batas sebelum berbelanja, bukan menghitung setelah semuanya sudah terbeli.
Tidak ada formula baku, tetapi sebagai panduan umum, pembagian berikut cukup banyak digunakan:
Salah satu kebiasaan yang sering terabaikan adalah menyisihkan sebagian THR sebelum digunakan untuk pengeluaran apa pun. Idealnya, minimal 10 sampai 20 persen dari total THR langsung dialokasikan ke tabungan atau dana darurat.
Cara termudah adalah langsung mentransfer jumlah tersebut ke rekening tabungan terpisah begitu THR masuk. Dengan begitu, uang yang tersisa di rekening utama adalah uang yang memang bisa digunakan.
Jika dana darurat sudah mencukupi, alokasi ini bisa diarahkan ke investasi jangka pendek yang mudah dicairkan, seperti reksa dana pasar uang lewat platform seperti Bibit atau Bareksa, atau deposito. Menyisihkan untuk tabungan hanyalah satu sisi dari persamaan ini. Sisi lainnya adalah menjaga agar pengeluaran yang sudah direncanakan tidak membengkak karena dorongan belanja yang tidak terencana.
Suasana Lebaran yang meriah sering kali mendorong pengeluaran yang tidak direncanakan. Diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan atau marketplace juga bisa menjadi godaan yang sulit dihindari.
Diskon besar tidak selalu berarti penghematan, terutama jika barang yang dibeli sebenarnya tidak dibutuhkan. Pengeluaran impulsif kecil yang terjadi berkali-kali bisa menjadi penyebab utama THR habis tanpa terasa.
Beberapa cara untuk mengurangi risiko belanja impulsif:
Jika sedang memiliki cicilan atau utang yang cukup memberatkan, THR bisa menjadi momen yang tepat untuk mengurangi beban tersebut. Melunasi sebagian utang, terutama yang bunganya tinggi seperti kartu kredit, bisa menghemat biaya bunga secara signifikan dalam jangka panjang.
Pertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian THR ke pos ini sebelum digunakan untuk keperluan lain. Beban keuangan yang lebih ringan setelah Lebaran tentu memberikan ketenangan tersendiri. Setelah masa Lebaran berakhir, ada satu langkah terakhir yang sering dilewatkan tetapi berguna untuk perencanaan ke depan.
Setelah periode Lebaran selesai, luangkan waktu untuk mengevaluasi ke mana saja THR terpakai. Pencatatan ini berguna sebagai referensi untuk perencanaan THR di tahun berikutnya.
Identifikasi pos mana yang sesuai anggaran dan mana yang ternyata membengkak. Dengan data ini, perencanaan keuangan untuk Lebaran berikutnya bisa lebih akurat dan tidak perlu dimulai dari nol.
THR adalah bonus yang datang setahun sekali. Mengelolanya dengan perencanaan yang jelas bukan berarti berhemat berlebihan, melainkan memastikan setiap rupiah terpakai untuk hal yang benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat, termasuk menyisihkan sebagian untuk masa depan.
Saya selalu menyisihkan 20 sampai 30 persen THR ke tabungan atau dana darurat sebelum dipakai untuk apapun. Kalau dana darurat sudah cukup, alokasi ini bisa langsung diarahkan ke investasi jangka pendek.
Saya pribadi memprioritaskan pelunasan utang berbunga tinggi seperti kartu kredit terlebih dahulu karena bunganya jauh melebihi imbal hasil tabungan. Setelah itu baru sisanya dialokasikan untuk tabungan dan kebutuhan Lebaran.
Saya menerapkan aturan tunggu 24 jam sebelum membeli barang di luar daftar kebutuhan. Kalau setelah satu hari rasa ingin membelinya hilang, biasanya itu memang bukan kebutuhan riil.
Tidak ada angka baku, tapi saya biasanya tetapkan budget total dulu lalu bagi rata sesuai jumlah keponakan. Yang penting konsisten dan tidak memaksakan diri sampai mengganggu pos lain seperti tabungan atau dana darurat.

Tips melunasi pinjol secara bertahap dan aman untuk Sobat Berbagi yang terlanjur terjerat pinjaman online dan ingin bebas dari cicilan menumpuk.

Freelancer punya tantangan keuangan unik dengan income tidak stabil. Simak 6 cara atur keuangan freelancer agar keuangan tetap sehat dan bisnis berkembang.

Mau ambil KPR untuk rumah pertama? Simak 3 tahap penting persiapan KPR yang wajib dilalui agar proses berjalan lancar dan tidak menyesal di kemudian hari.